plik-u

Articles, Tips & Tricks, Usefull Softwares

Slip Merah dan Slip Biru dalam per-Tilang-an

Tahukah Anda ketika Anda kena tilang, dan Anda sedang malas, atau kebetulan hari sedang libur atau Bank tutup, Anda yang kena tilang boleh membayar denda secara langsung kepetugas khusus ?? Sering kali kekecewaan, dan kekesalan terhadap Polisi muncul karena ketidakmengertian terhadap proses TILANG yang sesungguhnya.

Disinilah saatnya kita harus mengerti mengenai SLIP MERAH – SLIP BIRU. Minimnya pengetahuan tentang mekanisme Tilang dan makna Lembaran Surat Tilang membuat pengendara lebih sering mencari jalan pintas, yaitu.. Bayar dan langsung tancap gas.

Tapi tahukah Anda, kalau POLRI sendiri sudah memudahkan para pengendara dengan dikeluarkannya Lembaran Surat Tilang berwarna merah dan biru yang lebih dikenal dengan Slip Merah dan Slip Biru. Kurangnya pengetahuan ini acapkali terjadi karena minimnya informasi dan sosialisasi.Karenanya pula, pengendara tidak begitu peduli pada saat terkena Tilang  dan Polisi langsung mencatat data di atas Slip Merah. Padahal, selain Slip warna Merah, Anda sebagai pengendara berhak meminta Slip Berwarna Biru. Dari banyak isu yang beredar belakangan ini dan isu yang berkembang ke permukaan, memang tidak mudah mendapatkan Slip Biru kalau tidak diminta. Ada saja alasan dari beberapa oknum Polisi, seperti, tidak berlakunya lagi Slip Biru, dan hal-hal teknis lainnya seperti upaya untuk menyulitkan memperoleh Slip Biru ini dan prosedur pengurusannya (Lihat Tanggapan-tanggapan di http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=17344&cl=Berita dan banyak lainnya bila Anda Googling).

Beredarnya informasi bahwa polisi menolak memberikan slip biru terhadap pelanggar lalu lintas yang terkena tilang diklarifikasi Polda Metro Jaya. Kepala Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs.Condro Kirono menegaskan surat tilang dari polisi berwarna biru atau biasa disebut slip biru masih berlaku sampai saat ini (Lihat: “Tilang SLip Biru Masih Berlaku”, http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/13/19241988/tilang.slip.biru.masih.berlaku, Sabtu, 13 Desember 2008 | 19:24 WIB).

Penegasan kepala Direktorat Lalu lintas ini dituangkan dalam bentuk Surat telegram No Pol: ST/86/X/2008 dan ditujukan kepada seluruh Para Kapolres dan Para Kasat Lantas Jajaran Polda Metro Jaya. Dengan demikian, pelanggar lalu lintas yang ditilang polisi masih dapat meminta kepada petugas di lapangan untuk ditilang dengan menggunakan blanko warna biru atau bisa juga blanko warna merah.

Dikeluarkannya Surat Telegram (ST) ini bertujuan agar komplain dari masyarakat khususnya pelanggar lalu lintas yang ditilang bisa berkurang atau bahkan bisa tidak ada. Selain itu dalam ST ini juga diperintahkan agar para petugas di lapangan menghindari pungli karena dapat merugikan dan merusak citra intitusi Polri .

Tilang berwarna biru diberikan kepada pelanggar yang langsung mengakui perbuatannya. Selanjutnya, pelanggar harus menyetor denda sesuai aturan yang berlaku melalui loket BRI dan bukti setorannya dipakai untuk mengambil SIM di kantor polisi.

Sementara Slip Merah dikeluarkan jika pelanggar menyangkal dan akan membela diri secara hukum di pengadilan. Jika pelanggar menerima slip merah berarti siap mengikuti sidang dan jika terbukti bersalah harus membayar denda. Bukti pembayaran untuk mengambil SIM yang ditahan di pengadilan setempat.

Sistem tilang yang berlaku saat ini memberi tiga opsi bagi pelanggar. Seseorang bisa minta disidang di pengadilan, mau bayar ke Bank Rakyat Indonesia, atau pilihan lain dititipkan kepada kuasa untuk sidang. Kuasa untuk sidang itu tidak lain adalah polisi. Pilihan-pilihan ini sudah berlangsung sama, sesuai Surat Keputusan Kepala Kapolri No.Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 (SK 1998).

Ketiga opsi ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan pengendara menyelesaikan pelanggaran yang dilakukan. Tinggal pilih opsi yang mana, sehingga proses penindakan tidak sampai terlalu mengganggu aktivitas pelanggar. Kalau punya waktu ke pengadilan, silahkan dan mau bayar lewat Bank pun boleh.

Gambaran lebih teknis dipaparkan oleh Loekito. Kepala Divisi Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu lintas Polri ini menjelaskan Indonesia tidak menggunakan sistem tiket seperti di luar negeri secara murni. Tapi dipakai sistem penggabungan (hybrid-red) sesuai hukum acara Indonesia. Memang masyarakat diberi alternatif, “Kalau orang dikasih lembar biru, dia bisa titip uang sesuai tabel, atau bisa langsung ke BRI (Bank Rakyat Indonesia, red) di mana saja atau ke kantor pos” ujarnya.

Apabila pelanggar memilih untuk membayar ke BRI, polisi bisa menunjuk petugas khusus atau pelanggar bisa menyetorkan denda ke BRI cabang saja. BRI kemudian memberikan struk sebagai bukti, lalu pelanggar tinggal datang ke kantor polisi yang ditunjuk penilang. Setelah pelanggar membayar denda dan meminta kembali SIM/STNK yang dititipkannya, lembar biru tersebut dikirim ke Pengadilan Negeri untuk dilaksanakan sidang tanpa kehadiran pelanggar (verstek). Pertimbangan Polri untuk bekerjasama BRI ialah jangkauan yang luas hingga ke pelosok-pelosok.

Besarnya denda ditentukan dari tabel jumlah uang tilang yang telah disepakati hakim. Jumlah denda pada tabel ini berbeda untuk tiap provinsi. Tabel yang juga dilampirkan di belakang buku tilang ini, dibuat untuk mempermudah pelanggar.

Petugas khusus
Selain ikut sidang dan membayar ke BRI, dengan slip biru pelanggar bisa memberi uang titipan ke petugas khusus (polisi). Dengan cara ini, pelanggar memberi kuasa kepada polisi untuk hadir disidang, dan perkaranya akan disidangkan secara verstek. ”Surat tilang berlaku sebagai surat kuasa juga”. Misalnya BRI tutup, hari sudah malam atau malas orangnya, dia dapat menyetor ke petugas khusus. Kemudian petugas tersebut membayar ke BRI dan mengirimkan slipnya ke Pengadilan Negeri” tuturnya.

Surat tilang dapat berkedudukan sebagai surat kuasa. Hal ini sesuai dengan kesepakatan Mahkamah Agung, Kejaksaan, dan Polisi (Mahkejapol). Polantas yang bertugas juga tidak bisa main-main. Tidak semua polantas memegang slip tilang, tergantung siapa yang diberi blanko tilang oleh komandannya. “Kita punya sistem pertanggungjawaban dengan sidang kode etik”.

Menurut Lampiran SK 1998 sebagai petunjuk teknis tentang penggunaan blanko tilang, apabila ada kepentingan mendesak terdakwa dapat menyetorkan uang titipannya ke petugas khusus yang ditunjuk (Polantas), di Kantor Satlantas setempat. Penyidik harus dapat memastikan kepada terdakwa kapan dan di mana terdakwa dapat mengambil kembali barang titipannya (SIM/STNK yang dititipkan) setelah menyerahkan uang titipan di BRI atau petugas khusus itu. Dalam slip tilang tersebut tercatat nomor kode polisi yang bertanggungjawab atas blanko tilang tersebut, sehingga komandan dapat menyita blanko itu. Selain itu kalau polisi bermain akan ‘dikejar’ Kejaksaan karena tembusan tilang dibuat ke Kejaksaan dan pengadilan.
 

Halaman 18, Buku Petunjuk Teknis Tentang Penggunaan Blanko Tilang (Lampiran SKEP KAPOLRI Skep/443/IV/1998)

e. Terdakwa:

  1. Menandatangani Surat Tilang (Lembar Merah dan Biru) pada kolom yang telah disediakan apabila menunjuk wakil di sidang dan sanggup menyetor uang titipan di Bank yang ditunjuk.

  2. Menyetor uang titipan ke petugas khusus bila kantor Bank (BRI) yang ditunjuk untuk menerima penyetoran uang titipan terdakwa (pelanggar-red) tutup, karena hari raya/libur, dan sebagainya.

  3. Menyerahkan lembar tilang warna biru yang telah ditandatangani/dicap petugas kepada penyidik yang mengelola barang titipan tersebut.

  4. Menerima tanda bukti setor dari petugas khusus (Polri) apabila peneyetor uang tititpan terpaksa dilakukan diluar jam kerja Bank (BRI).

  5. Menerima penyerahan kembali barang titipannya dari penyidik/petugas barang bukti/pengirim berkas perkara berdasarkan bukti setor dari petugas khusus atau lembaran tilang warna biru yang telah disyahkan oleh petugas Bank (BRI).

  6. Menerima penyerahan barang sitaannya dari petugas barang bukti setelah selesai melaksanakan vonis hakim (dengan bukti eksekusi dari Eksekutor/Jaksa dan melengkapi kekurangan-kekurangan lainnya (SIM, STNK/kelengkapan kendaraan) . (Bila memilih sidang-red).

 

Sumber: http://www.virtualaceh.com/artikel.php?artid=173&arttype=2

Advertisements

December 14, 2008 - Posted by | Hukum | , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: